Pembahasan dalam buku ini mencakup latar belakang dan urgensi model, pola pengembangan modul ajar berbasis PBL Etno-SSI, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat proses pembelajaran di era digital. Kajian literasi digital dan lingkungan berkelanjutan juga disajikan sebagai kompetensi penting dalam pendidikan abad ke-21. Nilai-nilai budaya lokal seperti prosesi jamasan keris, mitos daun kelor, dan fenomena garengpung diangkat sebagai konteks pembelajaran berbasis masalah yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa. Kerangka teoritis dari model PBL terintegrasi Etno–SSI dapat menjadi acuan dalam penerapan pembelajaran berbasis masalah yang lebih relevan dengan kebutuhan lokal dan global. Model ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan, peka terhadap isu sosial-ilmiah, dan memiliki kecakapan digital.