Segera Terbit *****Al-Qur’an adalah sholihun likulli zaman wa makan relevan untuk setiap waktu dan tempat. Namun, untuk menjaga relevansi tersebut di tengah arus modernitas yang kian kompleks, diperlukan jembatan pemikiran yang kokoh. Buku ini hadir sebagai upaya kecil penulis untuk memotret perjalanan panjang metodologi tafsir, mulai dari era klasik yang kental dengan corak tekstual-tradisional (manhaj al-naqli), hingga transformasi menuju pendekatan kontekstual yang lebih responsif terhadap dinamika zaman.
Penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan akademik mengenai pentingnya mendudukkan kembali teks wahyu dalam realitas sosial kontemporer tanpa mencabut akar orisinalitasnya. Evolusi penafsiran bukanlah sebuah upaya mengubah esensi wahyu, melainkan upaya memperluas cakrawala pemahaman manusia agar pesan langit dapat membumi dan memberikan solusi atas problematika kemanusiaan masa kini.